Cupang Jantan dan Betina: Perbedaan Penampilan dan Perilaku

Jika Anda seorang penggemar ikan cupang, Anda mungkin tahu bahwa hanya ada sedikit info yang bisa kita dapatkan tentang ikan betina dibanding ikan jantan. Faktanya, cupang jantan memang jauh mendominasi perdagangan cupang dan lebih disukai kalangan penghobi. Ikan cupang betina lebih jarang dipelihara dan jarang dibahas. Jadi mari kita luangkan waktu sejenak untuk membahas segala sesuatu tentang ikan cupang jantan dan betina serta perbedaan dalam penampilan dan perilaku mereka.

Penampilan – Ikan cupang jantan dan betina

Pada bagian ini kita akan membahas perbedaan utama dalam penampilan antara ikan cupang jantan dan betina.

Penampilan cupang jantan

Cupang jantan

Via: Pinterest

Ikan cupang jantan lebih mencolok penampilannya dibanding betina dan itu adalah hal yang sudah diketahui banyak orang. Cupang jantan yang ditangkap liar sedikit lebih besar dan lebih terang dari betina. Namun mereka telah dibiakkan di Thailand selama berabad-abad; sirip yang panjang mengalir dan warna merah dan biru jauh lebih kuat daripada pejantan liar.

Warna cupang jantan juga sangat tergantung pada makanannya. Makanan kaya karotenoid, yang ditemukan dalam makanan seperti udang dan cacing darah, membantu mengeluarkan warna merah dan emasnya.

Dibandingkan dengan betina, cupang jantan terlihat lebih ramping dan lebih lambat untuk bergerak karena sirip panjangnya. Mempertimbangkan betapa agresifnya jantan, ‘kekurangan’ ini bisa menguntungkan cupang betina yang tidak tertarik padanya!

Penampilan cupang betina

Cupang betina

Via: Pinterest

Beberapa aquarist mungkin sama sekali tidak terbiasa dengan bagaimana cupang betina terlihat karena mayoritas ikan yang dijual dalam perdagangan adalah pejantan. Betina hampir selalu sedikit lebih pucat warnanya dan tidak memiliki sirip khas pejantan. Namun beberapa varietas warna modern menghasilkan betina dengan pola warna yang sama briliannya dengan pejantan.

Cupang betina juga terlihat lebih gemuk dibandingkan dengan pejantan. Ciri fisik itu terutama semakin terlihat ketika perutnya dipenuhi dengan telur dan mereka tidak tumbuh sepanjang pejantan dewasa.

Perilaku – Cupang jantan vs betina

Cupang jantan terkenal tidak toleran satu sama lain karena mereka telah dibiakkan secara selektif tidak hanya untuk warna tetapi juga agresinya, mereka akan mengembangkan insang, memamerkan sirip, dan mencoba menggigit lawannya, bahkan pantulan diri mereka sendiri ketika terlihat di kaca akuarium.

Tidak seperti kebanyakan hewan, cupang jantan jarang mundur karena kelelahan atau menyerah. Dia akan terus mengejar sampai dia tidak bisa melihat jantan lain. Sekalipun seekor jantan menang, pada akhirnya dia bisa mati karena stres atau infeksi.

Cupang jantan juga merupakan pembangun sarang gelembung. Jika Anda pernah memiliki cupang maka Anda mungkin akan menemukan gelembung-gelembung kecil di sepanjang tepi kaca atau sudut akuarium.

Di alam liar cupang jantan mencari tanaman mengambang dan puing-puing untuk melabuhkan sarang gelembung mereka. Setelah selesai, dia kemudian mencari dan membujuk betina kembali ke sarangnya. Perkelahian teritorial mereka membuat jantan lain menjauh dari tempat-tempat bervegetasi lebat dan berarus lembut.

Cupang betina telah mewarisi gen agresif yang sama yang diturunkan melalui leluhurnya, tetapi mereka tidak mengekspresikannya seperti halnya jantan. Faktanya, karena cupang betina cenderung lebih ramah dan sosial, mereka dapat dipelihara bersama di cupang lain dalam kawanan atau sorority.

Meskipun akan selalu ada sejumlah agresi untuk ditangani, sekawanan cupang betina hampir selalu bisa hidup bersama. Di sisi lain, kelompok cupang jantan biasanya akan saling bertarung sampai sirip robek atau mati kecuali jika Anda membuat ruang yang lebih besar dan memberikan banyak penghalang dan tempat-tempat untuk membangun sarang.

Menyatukan cupang jantan dan betina

Karena cupang sepenuhnya dibiakkan di penangkaran saat ini, jelas mereka dapat dipelihara bersama. Namun ada tantangan karena jantan terkadang melampiaskan permusuhan mereka pada calon pasangannya.

Sekat akuarium adalah cara terbaik untuk membiasakan cupang jantan dan betina dengan kehadiran satu sama lain. Karena sinyal visual dan hormonal yang melewati penghalang, pejantan akan mulai membangun sarang gelembung dan betina matang dengan telurnya. Ini paling baik dilakukan tanpa cupang jantan yang terlalu kasar yang akan menyakiti betina saat mereka hendak kawin.

Jika Anda lebih suka membiarkan kedua ikan berenang dengan bebas, maka peliharalah tiga atau lebih betina per satu jantan untuk membantu menyebar perhatiannya. Semua betina akan kebagian ‘jatah’ dikejar-kejar pejantan sehingga agresi pejantan tidak diarahkan hanya pada satu betina saja.

Setelah telur dikeluarkan, cupang jantan akan bekerja keras menjaga sarangnya, membersihkan dan mengaerasi telur dan burayak sampai mereka siap untuk pindah.

Kesimpulan

Karena cupang betina kadang-kadang sulit didapat di toko atau pasar ikan, perbedaan dalam cupang jantan dan betina mungkin tidak diketahui oleh beberapa penghobi, khususnya pemula. Semoga uraian singkat ini bisa membantu Anda memahami cara merawat cupang secara keseluruhan dan mungkin bahkan mencoba membiakkan mereka. Semoga berhasil!

Komentar