Apakah Ikan Sumatra Termasuk Ikan Galak (Agresif)?

Tidak ada keraguan bahwa ikan tiger barb alias ikan Sumatra adalah salah satu ikan hias paling menarik yang pernah Anda temui. Ikan-ikan ini terkenal karena warna-warna cerah, perilaku aktif, dan menyenangkan untuk dilihat. Tentu saja, kelebihan ini menjadikan mereka pilihan yang sempurna untuk akuarium rumah Anda.

Gambar ikan Sumatra

Via: Wikipedia

Mengenal Ikan Sumatra dan Jenisnya

Ikan Sumatra biasanya diklasifikasikan sebagai ikan tropis semi agresif karena perilaku lincah dan kecenderungannya untuk mengejar ikan bersirip panjang atau lambat yang melintasi jalan mereka. Sebagai ikan kawanan, mereka lebih suka hidup bersama ikan sejenisnya karena alasan persahabatan dan sosial.

Itulah sebabnya Anda disarankan untuk memelihara mereka dalam kawanan sekitar enam atau bahkan lebih. Jumlah yang lebih sedikit dari itu dapat menyebabkan peningkatan agresi terhadap ikan akuarium lain yang kurang agresif. Ketika dipelihara dalam kawanan besar, ikan Sumatra dapat berkembang dengan baik di akuarium komunitas tanpa masalah besar yang timbul dari perilaku semi-agresif mereka.

Tetapi pada titik tertentu, Anda mungkin melihat beberapa perkelahian di antara mereka sendiri, terutama ketika mereka dimasukkan di akuarium untuk pertama kalinya. Ini tampaknya normal karena sebagian besar ikan dalam akuarium cenderung mempertahankan wilayah mereka sendiri (perilaku teritorial).

Selain itu, ikan Sumatra bertarung hampir di sepanjang waktu sambil mencoba membuat pecking order (tangga kekuasaan). Pecking order adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan sistem hierarki organisasi sosial apa pun, terutama di antara spesies ikan yang berbeda.

Saat berada di dalam akuarium, Anda akan menyadari bahwa ikan Sumatra menghabiskan sebagian besar waktu mereka nongkrong di bagian menengah dari akuarium mereka. Dengan demikian, Anda harus memastikan bahwa ada cukup ruang renang yang tersisa antara dekorasi dan tanaman di dalam akuarium.

Rata-rata ikan Sumatra tumbuh hingga 7,5 cm panjangnya, tetapi kebanyakan dari mereka bisa lebih kecil ketika dibesarkan di lingkungan akuarium. Selain itu, mereka hadir dalam beberapa varietas yang dapat ditemukan di penangkaran saat ini. Ikan tropis ini dibiakkan secara selektif karena warnanya dan itulah alasannya mengapa Anda akan menemukan banyak sekali ikan Sumatra di mana-mana.

Berikut adalah beberapa contoh khas varietas ikan Sumatra yang harus Anda ketahui jika Anda ingin memelihara beberapa dari mereka di akuarium rumah Anda:

Ikan Sumatra asli (biasa)

Gambar ikan Sumatra biasa

Via: fishkeepingadvice

Anda selalu dapat membedakannya dari jenis ikan Sumatra lainnya dengan melihat penampilan perak/emasnya. Mereka punya sirip beraksen oranye dan garis-garis hitam yang memperjelas penampilan unik mereka. Ketika dimasukkan ke akuarium, ikan Sumatra asli akan menambahkan beberapa warna dan menunjukkan perilaku yang selalu menarik untuk ditonton.

Ikan Sumatra hijau

Gambar ikan Sumatra hijau

Via: tropco

Jenis ikan Sumatra ini biasanya disebut sebagai ikan Sumatra hijau-lumut dan Anda dapat dengan mudah mengidentifikasi mereka dari berbagai warna hijau dan hitam di seluruh tubuhnya. Seringkali mereka tampak hitam sehingga membuat banyak orang bingung, khususnya bagi mereka yang baru melihat ini untuk pertama kalinya.

Ikan Sumatra emas atau albino

Gambar ikan Sumatra albino

Via: Bluegrass Aquatics

Ikan Sumatra yang mewah ini berwarna kuning muda atau oranye di sebagian besar tubuhnya dengan empat garis kuning atau putih yang sedikit lebih terang melintang di tubuh mereka. Ikan Sumatra emas atau albino adalah ikan tropis yang luar biasa indah dan mereka akan menghadirkan pemandangan spektakuler di akuarium rumah Anda.

Terlepas dari keindahan yang menakjubkan serta kelincahannya, ikan Sumatra terkenal karena satu hal; ikan-ikan tropis ini semi-agresif dengan temperamen yang tidak biasa. Tidak seperti kebanyakan ikan hias akuarium lainnya, mereka sangat agresif meskipun agresinya tidak terikat pada predasi pada ikan akuarium kecil atau wilayah seperti ikan agresif lainnya.

Tetapi dengan perawatan yang baik, Anda dapat dengan mudah menjinakkan agresi antara ikan Sumatra lainnya dengan teman seakuarium mereka. Inilah jawaban dari pertanyaan, “apakah ikan Sumatra agresif?”

Nah, sekarang mari kita lihat sifat agresif ikan-ikan ini secara terperinci dan apa yang dapat dilakukan untuk mengelola sifat buruk ini sehingga mereka dapat hidup berdampingan di antara mereka spesies sendiri atau dengan teman seakuarium lainnya secara harmonis.

Perilaku Agresif Ikan Sumatra

Ikan Sumatra menunjukkan agresi mereka dalam dua cara berbeda. Mereka menampilkan perilaku ini dalam kawanan atau pada ikan lain yang masih terkait dengan spesies mereka sendiri. Ikan akuarium tropis kecil ini memiliki kecenderungan membentuk hierarki. Ini artinya ikan jantan akan terus mengejar dan menggigit satu sama lain sambil berebut posisi yang lebih tinggi dalam tangga kekuasaan mereka.

Agresi ini cenderung menjadi lebih intens, terutama ketika kelompok itu lebih kecil. Secara alami, ikan Sumatra dapat membunuh atau melukai satu sama lain ketika mereka dipelihara dalam kelompok yang lebih kecil. Juga, mereka lebih cenderung meluncurkan beberapa serangan terhadap spesies ikan lain yang hidup di akuarium yang sama dengannya.

Karena reputasi mereka yang agresif dan suka menggigiti sirip di sepanjang waktu, banyak penggemar ikan hias ragu untuk mencampurkan ikan Sumatra dengan spesies ikan lainnya. Seringkali, ikan Sumatra dicampur dengan ikan bersirip panjang seperti manfish, ikan mas koki, atau ikan cupang yang sebenarnya menjadi target agresi mereka. Karena itu, jangan pernah mencampur ikan-ikan itu di akuarium yang sama dengan jenis ikan ini.

Mengelola Perilaku Agresif Ikan Sumatra

Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa ikan Sumatra, seperti ikan kawanan lainnya, cenderung bergaul dalam kelompok? Ikan Sumatra memilih untuk hidup dalam kelompok besar sebagai cara untuk melindungi diri mereka di alam liar. Hal yang sama terjadi di dalam lingkungan akuarium, oleh karena itu Anda disarankan untuk memeliharanya dalam kelompok yang tidak kurang dari enam atau delapan ekor.

Dalam akuarium, ikan Sumatra kemungkinan besar akan stres jika mereka dipelihara dalam kawanan-kawanan kecil kurang dari enam atau delapan ekor. Seperti yang Anda ketahui, ikan akuarium yang stres lebih mudah terserang penyakit dibandingkan ikan yang bebas stres atau sehat.

Di sisi lain, kawanan besar ikan Sumatra dibentuk untuk alasan yang sangat berbeda. Dalam kawanan-kawanan besar, sifat agresif ikan dari tangga kekuasaan tertinggi akan tersebar di antara bawahan mereka. Dengan cara ini, ikan yang kurang dominan menjadi lebih aman karena mereka tidak akan dirugikan secara serius oleh ikan dominan mana pun dalam kelompok.

Sejauh ini agak sulit bagi kita untuk memprediksi bagaimana ikan Sumatra Anda akan berperilaku, ada cara lain untuk membuatnya kurang agresif. Misalnya, Anda dapat memeliharanya dalam kawanan mereka sendiri dalam jumlah besar untuk menetralisir agresi mereka. Pada saat yang sama, Anda dapat mencampur mereka bersama dengan spesies yang sama kuatnya yang dapat menangani perilaku pembullyan mereka.

Contoh yang baik dari teman seakuarium yang dapat hidup bersama dengan ikan Sumatra dalam lingkungan akuarium yang sama adalah ikan barb lainnya, danio, corydora, loach, gurami, tetra, molly, ikan pelangi, dan hiu air tawar.

Pastikan Anda memberi mereka makanan yang cukup. Ikan Sumatra secara alami omnivora, artinya mereka dapat memakan hampir semua jenis makanan yang dapat mereka makan. Sebagian besar makanan mereka terdiri atas pakan serpihan berbasis sayuran, makanan beku, dan makanan beku-kering. Anda dapat melengkapi diet mereka dengan makanan hidup kecil seperti cacing darah dan artemia.

Saat menampung mereka, pastikan bahwa ada cukup ruang bagi semua ikan di dalam akuarium untuk berenang bebas atau membangun wilayah mereka. Yang terpenting, akuarium mereka harus terang dengan banyak vegetasi, dekorasi, dan sekitar dua pertiga ruang akuarium adalah ruang renang bebas yang dapat menampung mereka dengan nyaman.

Akuarium yang ideal untuk ikan Sumatra Anda harus mencakup setup berisi tanaman air dengan kapasitas 50-60 liter, air yang sedikit asam dengan pH 6,0 hingga 8,0, beberapa batu, kayu apung, dan ruang yang cukup untuk berenang.

Membangun Kawanan Ikan Sumatra

Ada banyak opsi yang dapat Anda gunakan saat menambahkan beberapa ekor ikan Sumatra ke dalam akuarium Anda. Pertama-tama, Anda mungkin perlu menambahkannya dalam kawanan, bukan per ekor. Ini adalah langkah untuk membuat semua ikan di dalam akuarium tidak memiliki keunggulan di atas teman akuarium lainnya ketika mereka membangun hierarki masing-masing.

Pembiakan selektif di antara ikan Sumatra telah menghasilkan sejumlah variasi yang sangat berbeda. Seperti disebutkan sebelumnya, variasi ini telah menyebabkan munculnya ikan Sumatra kehijauan dan ikan Sumatra albino pucat di samping ikan Sumatra asli.

Setelah Anda mengidentifikasi variasi ini di antara ikan Sumatra Anda, akan lebih mudah untuk mengelompokkannya berdasarkan penampilannya. Dengan kata lain, varietas warna yang berbeda pasti akan bergerombol bersama, menghasilkan kawanan yang lebih seragam dan dinamis.

Ikan Sumatra dan Teman Ikan Lainnya

Tidaklah lazim bagi ikan Sumatra untuk membunuh secara langsung. Tetapi agresi mereka dapat menyebabkan kematian teman seakuarium lainnya secara tidak langsung. Secara alami, ikan Sumatra adalah perenang cepat dan sangat aktif. Jika ditempatkan bersama-sama dengan ikan pemalu dan lambat, ikan Sumatra cenderung mendominasi dalam segala hal, termasuk makanan.

Akibatnya, teman seakuarium yang lebih lambat dan pemalu akan mati kelaparan jika tidak ada langkah drastis yang diambil segera. Hal yang sama berlaku ketika ikan Sumatra ditempatkan di akuarium yang sama dengan ikan akuarium bersirip panjang karena mereka akan menjadi sasaran gigitan sirip konstan, yang menyebabkan pembusukan sirip dan akhirnya infeksi mematikan.

Kesimpulan

Secara alami, ikan Sumatra alias tiger barb adalah ikan tropis yang agresif. Meskipun agresif, ikan ini dapat menambah warna dan aktivitas di akuarium Anda. Tidak masalah bila Anda ingin memelihara mereka di dalam akuarium rumah selama Anda tahu cara menanganinya dan bagaimana mengelola sifat agresif mereka.

Komentar